1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efektivitas pembelajaran E-learning pada masa pandemi Covid-19, setelah pemerintah mengambil keputusan dengan menerapkan sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dimana seluruh aktivitas dirumahkan salah satunya dibidang pendidikan. Tepatnya setelah virus Covid-19 dinyatakan masuk ke Indonesia, aktivitas pembelajaran di sekolah dialihkan menjadi program belajar dirumah dan berbasis daring. Hal ini diberlakukan dalam rangka menghambat penyebaran virus Covid-19 agar tidak tersebar keseluruh masayarakat.
2. Metode yang dilakukan yaitu menggunakan algoritma KMeans dengan mengumpulkan data responden, menghitung jarak iterasi, kemudian melakukan pengelompokan berdasarkan cluster. Dari data yang telah diolah, diperoleh 3 buah cluster berdasarkan setuju atau tidak setujunya pembelajaran online. Cluster pertama menyatakan bahwa kategori setuju terhadap pembelajaran online pada pandemi Covid-19 tergolong “rendah” dan yang tidak setuju tergolong “tinggi”. Untuk cluster kedua menyatakan bahwa kategori setuju terhadap pembelajaran online pada pandemi Covid-19 tergolong “sedang” dan yang tidak setuju tergolong “sedang”. Dan untuk cluster ketiga menyatakan bahwa kategori setuju terhadap pembelajaran online pada pandemi Covid19 tergolong “tinggi” dan yang tidak setuju tergolong “rendah”.
3. algoritma K-Means dapat digunakan untuk menentukan tingkat kepuasan terhadap pembelajaran online, berdasarkan tingkat sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, sangat setuju terhadap pembelajaran online, yaitu; 1. Untuk cluster pertama (C1) menyatakan bahwa kategori sangat tidak setuju terhadap pembelajaran online tergolong “tinggi” yaitu mencapai 241 siswa. 2. Untuk cluster kedua (C2) menyatakan bahwa katergori tidak setuju terhadap pembelajaran online tergolong “sangat tinggi” yaitu mencapai 293 siswa. 3. Untuk cluster ketiga (C3) menyatakan bahwa kategori setuju terhadap pembelajaran online tergolong “rendah” yaitu hanya mencapai 83 siswa 4. Untuk cluster keempat (C4) menyatakan bahwa kategori sangat setuju terhadap pembelajaran online terholong “sangat rendah” yaitu hanya mencapai 22 siswa.
4. dengan adanya algoritma K-means ini juga kita dipermudah dalam tahap clustering data dan dengan hasil yang kopleks
5. saran saya si mungkin hasil dari penelitian ini bisa di kembangkan lagi hingga mendapatkan hasil yang lebih memuaskan lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar