Proses perekrutan karwayan merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam memenuhi salah satu target dan capaiannya. Oleh karena itu proses perekrutan yang obyektif, transparan serta profesional harus dilakukan demi pemenuhan sumber daya manusia yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Namun hal ini terkadang tidak sesuai dengan harapan sehingga perusahaan merasa kesulitan dalam menempatkan karyawan sesuai yang dibutuhkan. Penelitian ini mengguna metode Analytical Hierarchy Process dengan beberapa kriteria diantaranya hasil tes tertulis, wawancara, soft skill, Experience dan Grooming. Penelitian ini memberikan solusi b a g i perusahaan agar mempermudah dalam proses pengambilan keputusan secara tepat dengan tersedianya informasi data calon karyawan yang akurat, agar sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan, selain itu dapat mengurangi subjektifitas proses rekrutmen. Hasil yang diperoleh bahwa dengan menganalisis 5 calon karyawan baru, memperoleh pemilihan yang obyektif sesuai hasil tes masing-masing dengan urutan nilai bobot 0.21231 untuk peringkat pertama, 0.21055 dengan peringkat 2, 0.21020 untuk peringkat 3, 0.18829 untuk peringkat empat dan 0.17865 untuk peringkat lima. Sistem pendukung keputusan yang dibangun berbasis web telah diuji oleh 5 responden tiap divisi berbeda dengan nilai 82,7, hal ini bahwa sistem dikategorikan baik serta cukup membantu pihak manajemen Kesimpulan Setelah dilakukan proses analisis bahwa penggunaan metode AHP dapat membantu pihak manajemen dalam proses penyelesian calon karyawan baru secara obyektif, dengan kriteria yang diuji diantaranya tes tulis, wawancara, sof skill, experience dan grooming. Hal ini diperlihatkan melalui proses perangkingan yang dilakukan terhadap 5 calon karyawan baru a.n Resna dengan nilai 0.21231 dengan ranking 1, selanjutnya Iyang dengan nilai matrik 0.21055 dengan rangking 2, Rudi dengan nilai matrik 0.21020 dengan rangking 3, Fina dengan nilai matrik 0.18829 dengan rangking 4 serta Alfin dengan nilai matrik 0.17865 dengan rangking 5. Hasil pengujian sistem yang dibuat berbasis website dengan metode SQA diperoleh nilai uji 82.7, hal ini artinya sistem dikatagorikan baik yang diuji oleh 5 orang responden serta dapat digunakan secara significant oleh pihak manajemen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar